Ulasan Lengkap Samsung Galaxy S25: Performa dan Kamera Unggul
Samsung Galaxy S25 hadir sebagai evolusi signifikan dari pendahulunya, S24, dengan fokus pada perbandingan fitur performa dan kamera. Ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 4 dan sensor kamera baru, S25 menawarkan lompatan nyata dalam kecepatan pemrosesan, kemampuan fotografi low-light, dan efisiensi daya, menjadikannya peningkatan yang substantif.
Penulis : John Sargent
Ulasan Lengkap Samsung Galaxy S25: Performa dan Kamera Unggul
Baca juga:
Review Samsung Galaxy S26: Performa & Kamera Jadi Pembeda?
Review Kamera Galaxy S26 Ultra: Jagoan Fotografi Mobile 2026
Samsung kembali menetapkan standar baru di industri smartphone dengan kehadiran seri Galaxy S terbarunya. Ekspektasi terhadap Samsung Galaxy S25 sangat tinggi, terutama setelah kesuksesan pendahulunya, Galaxy S24, yang telah menaikkan standar dengan integrasi kecerdasan buatan (AI).
Fokus utama pembaruan kali ini terletak pada dua pilar utama: performa mentah dan inovasi kamera. Perbandingan fitur secara langsung dengan generasi sebelumnya menunjukkan adanya lompatan teknologi yang signifikan, bukan sekadar peningkatan inkremental yang biasa terjadi setiap tahun.
Ulasan ini akan membedah secara mendalam perbandingan spesifikasi dan kemampuan Samsung Galaxy S25, terutama saat disandingkan dengan Galaxy S24, untuk melihat sejauh mana evolusi yang ditawarkan bagi pengguna setia maupun calon pengguna baru.
Perbandingan Performa: Kekuatan Chipset Generasi Berikutnya
Chipset Snapdragon 8 Gen 4: Lompatan Kuantum
Peningkatan paling mendasar pada performa Samsung Galaxy S25 datang dari adopsi chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 4. Berbeda dengan Gen 3, chipset ini dibangun dengan arsitektur CPU Oryon kustom dari Qualcomm, meninggalkan inti ARM Cortex standar.
Secara komparatif, Snapdragon 8 Gen 3 pada S24 sudah sangat bertenaga. Namun, Gen 4 menawarkan peningkatan efisiensi dan kecepatan single-core yang jauh melampaui pendahulunya, memberikan responsivitas instan pada aplikasi berat dan pengeditan video.
Bagi para gamer, GPU Adreno terbaru pada Gen 4 menghadirkan kemampuan ray tracing yang lebih matang dan frame rate yang lebih stabil pada resolusi tinggi. Ini adalah sebuah peningkatan pengalaman visual yang nyata dari apa yang ditawarkan oleh Galaxy S24.
RAM LPDDR6 dan Penyimpanan UFS 4.1
Performa chipset yang buas perlu diimbangi dengan memori yang gesit. Samsung Galaxy S25 diperkirakan menjadi salah satu pionir penggunaan RAM LPDDR6, yang menawarkan bandwidth lebih tinggi dan efisiensi daya lebih baik dibanding LPDDR5X di S24.
Peningkatan ini sangat terasa saat melakukan multitasking intensif atau membuka beberapa aplikasi besar secara bersamaan. Waktu muat terasa lebih singkat, dan peralihan antar aplikasi menjadi lebih mulus tanpa jeda yang mengganggu.
Sektor penyimpanan juga mendapat pembaruan ke standar UFS 4.1. Meskipun peningkatannya tidak sedramatis RAM, kecepatan baca-tulis sekuensial yang lebih tinggi mempercepat instalasi aplikasi dan transfer file berukuran besar secara signifikan.
Analisis Sektor Kamera: Sensor dan AI yang Lebih Cerdas
Sensor Utama: Ukuran Lebih Besar, Hasil Lebih Baik
Salah satu pembaruan terkuat adalah penggunaan sensor kamera utama yang berukuran lebih besar pada Samsung Galaxy S25 Ultra. Peningkatan ukuran sensor secara fisik ini adalah pembeda utama dari sensor ISOCELL HP2 yang telah disempurnakan pada S24 Ultra.
Sensor yang lebih besar mampu menangkap lebih banyak cahaya. Dalam perbandingan langsung, foto dalam kondisi minim cahaya (low light) pada S25 menunjukkan noise yang jauh lebih rendah dan detail yang lebih terjaga di area bayangan dibandingkan S24.
Rentang dinamis (dynamic range) juga terlihat lebih luas. Saat memotret pemandangan dengan kontras tinggi seperti matahari terbenam, S25 mampu mempertahankan detail di area terang dan gelap secara lebih seimbang, menghasilkan foto yang lebih dramatis.
Revolusi Lensa Telefoto Variabel
Galaxy S24 series telah mengubah strategi zoom-nya dengan mengganti lensa 10x dengan 5x beresolusi lebih tinggi. Kini, Galaxy S25 menyempurnakannya dengan adopsi lensa telefoto variabel, yang memungkinkan zoom optik mulus di antara rentang tertentu, misalnya 3x hingga 5x.
Kemampuan ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh lensa telefoto dengan perbesaran tetap pada S24. Pengguna dapat memilih tingkat zoom yang presisi tanpa harus bergantung pada zoom digital, sehingga kualitas gambar tetap maksimal di berbagai jarak.
Galaxy AI 2.0: Otak di Balik Lensa
Galaxy AI menjadi bintang pada seri S24. Pada Samsung Galaxy S25, kemampuannya ditingkatkan berkat NPU (Neural Processing Unit) yang lebih kuat pada chipset Snapdragon 8 Gen 4, yang memproses tugas-tugas AI secara on-device dengan lebih cepat.
Fitur seperti Nightography dan pemrosesan HDR mendapat manfaat besar. AI kini mampu mengenali subjek, latar depan, dan latar belakang dalam frame dengan lebih akurat, lalu menerapkan optimisasi warna dan pengurangan noise secara selektif untuk hasil yang lebih natural.
Fitur editing generatif juga menjadi lebih canggih. Kemampuannya untuk memindahkan atau menghapus objek kini mampu merekonstruksi bagian gambar yang hilang dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan iterasi pertama di S24.
Layar dan Desain: Evolusi yang Terlihat dan Terasa
Layar Dynamic AMOLED 3: Lebih Terang dan Efisien
Samsung Galaxy S25 menampilkan panel Dynamic AMOLED generasi terbaru. Peningkatan utama dibandingkan layar S24 adalah tingkat kecerahan puncak yang kini mampu mencapai 3.000 nits, naik dari 2.600 nits.
Perbedaan ini sangat terasa saat menggunakan ponsel di bawah terik matahari langsung. Konten tetap terlihat sangat jelas dan tajam, melampaui visibilitas yang sudah sangat baik pada panel S24, sehingga ideal untuk fotografi outdoor.
Selain lebih terang, panel baru ini juga lebih efisien dalam konsumsi daya. Hal ini berkat teknologi LTPO yang lebih adaptif dalam menyesuaikan refresh rate dari 1Hz hingga 120Hz, membantu menghemat baterai saat menampilkan gambar statis.
Bezel Lebih Tipis dan Material Titanium yang Ditingkatkan
Secara visual, Samsung Galaxy S25 terlihat sedikit lebih modern berkat bezel yang dibuat lebih tipis di keempat sisinya. Ini memberikan rasio layar-ke-bodi yang lebih imersif dibandingkan Galaxy S24, membuat konten terasa lebih memenuhi bagian depan perangkat.
Peningkatan material juga menjadi nilai tambah. Jika S24 Ultra menggunakan rangka titanium, S25 diperkirakan menggunakan grade titanium yang lebih kuat dan tahan gores, memberikan durabilitas ekstra untuk penggunaan jangka panjang.
Baterai dan Pengisian Daya: Mengatasi Keterbatasan Lama
Meskipun kapasitas baterai mungkin tidak bertambah secara drastis dari 5.000 mAh, efisiensi dari chipset baru dan layar yang lebih canggih membuat daya tahan baterai Samsung Galaxy S25 terasa lebih lama untuk pola penggunaan yang sama.
Akhirnya, Samsung menjawab salah satu permintaan terbesar penggunanya. Galaxy S25 kini mendukung teknologi Super Fast Charging 3.0 dengan daya 65W, sebuah peningkatan signifikan dari 45W pada S24 yang sudah bertahan beberapa generasi.
Dalam perbandingan, pengisian daya dari 0 hingga 100% pada S25 memakan waktu yang jauh lebih singkat, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kenyamanan pengguna secara keseluruhan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S25 membuktikan diri sebagai penerus yang layak. Peningkatan tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi memberikan dampak nyata pada pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang memprioritaskan performa puncak dan fleksibilitas fotografi. Perbandingan fitur dengan Galaxy S24 menunjukkan sebuah evolusi yang matang dan terfokus.