Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Performa dan Kamera Flagship 2026
Samsung Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan signifikan pada sektor kamera dan efisiensi chipset dibandingkan pendahulunya, S25 Ultra. Artikel ini mengulas perbandingan fitur mendalam antara kedua generasi flagship tersebut, menyoroti evolusi fotografi malam dan manajemen daya untuk menentukan kelayakan upgrade bagi pengguna profesional.
Penulis : Dan Williamson
Kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra di pasar smartphone global tahun 2026 kembali menetapkan standar baru bagi perangkat kelas atas. Sebagai penerus dari lini flagship yang sangat sukses, beban ekspektasi yang dipikul perangkat ini tentu sangat berat, terutama dalam hal inovasi yang ditawarkan dibandingkan generasi sebelumnya. Fokus utama bagi para penggemar teknologi dan pengguna profesional bukan sekadar pada spesifikasi di atas kertas, melainkan bagaimana fitur-fitur tersebut diterjemahkan dalam penggunaan nyata.
Perbandingan fitur menjadi metode paling efektif untuk melihat nilai jual utama dari Galaxy S26 Ultra. Jika disandingkan langsung dengan Galaxy S25 Ultra, terdapat beberapa lompatan teknologi yang cukup drastis, namun ada pula sektor yang hanya mengalami penyempurnaan minor. Analisis komparatif ini sangat krusial bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan untuk mengganti perangkat lama mereka ke model terbaru ini.
Dalam ulasan kali ini, pembahasan akan menitikberatkan pada komparasi langsung antara Galaxy S26 Ultra dengan pendahulunya serta kompetitor sekelasnya. Mulai dari ketahanan desain, lonjakan performa chipset, hingga revolusi pada sistem kamera, setiap aspek akan dibedah untuk melihat apakah label 'Ultra' tahun ini benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda atau sekadar pembaruan kosmetik belaka.
Evolusi Desain dan Layar: Perbandingan Dimensi dan Kualitas Visual
Baca juga:
Review Samsung Galaxy S26: Kamera Canggih & Performa AI 2026
Review Samsung Galaxy S26: Performa dan Harga Terbaru 2026
Secara visual, Samsung Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan bahasa desain industrial yang tegas, namun dengan penyempurnaan material yang lebih canggih dibandingkan S25 Ultra. Jika model tahun lalu menggunakan Titanium Grade 2 pada bingkainya, S26 Ultra kini beralih ke Titanium Grade 5 yang diklaim memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang jauh lebih baik. Perubahan ini membuat bobot perangkat terasa sedikit lebih ringan di tangan meskipun membawa kapasitas baterai yang sama.
Perbedaan signifikan lainnya terlihat pada rasio layar-ke-bodi. Bezel pada S26 Ultra telah dipangkas hingga 15% lebih tipis dibandingkan S25 Ultra, memberikan ilusi layar yang benar-benar tanpa batas. Panel Dynamic AMOLED 3X terbaru yang digunakan kini mendukung tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits. Angka ini merupakan peningkatan substansial dari 2.600 nits pada generasi sebelumnya, menjamin visibilitas konten HDR yang jauh lebih superior di bawah terik matahari langsung.
Selain itu, teknologi pelindung layar juga mengalami peningkatan. Kaca pelindung terbaru pada S26 Ultra menawarkan resistensi goresan dua kali lipat lebih baik dibandingkan versi Armor yang digunakan pada tahun 2025. Bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, durabilitas ini menjadi poin pembeda yang sangat vital dibandingkan kompetitor yang masih menggunakan teknologi kaca generasi lama.
Komparasi Performa: Snapdragon 8 Gen 5 vs Gen 4
Jantung pacu Samsung Galaxy S26 Ultra ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy, sebuah prosesor yang didesain khusus dengan clock speed lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 4 pada S25 Ultra, chipset terbaru ini menawarkan peningkatan performa CPU sebesar 20% dan GPU sebesar 25%. Angka ini mungkin terdengar standar dalam siklus tahunan, namun perbedaan terbesarnya terletak pada efisiensi daya.
Dalam pengujian rendering video 8K dan gaming berat, stabilitas performa S26 Ultra jauh lebih terjaga. Sistem pendingin vapor chamber yang kini berukuran 1.5 kali lebih luas dibandingkan model tahun lalu memegang peranan penting. Pada S25 Ultra, throttling atau penurunan performa sering terjadi setelah 30 menit penggunaan intensif, sedangkan pada S26 Ultra, frame rate tetap stabil untuk durasi yang lebih panjang.
Neural Processing Unit (NPU) pada chipset baru ini juga dirancang untuk menangani tugas kecerdasan buatan secara on-device dengan kecepatan 40% lebih tinggi. Hal ini memungkinkan fitur penerjemah langsung dan pengeditan foto generatif berjalan tanpa jeda yang berarti, sebuah pengalaman yang terkadang masih terasa tersendat pada generasi sebelumnya.
Revolusi Kamera: Sensor 1 Inci Melawan 200MP Lama
Sektor kamera adalah medan pertempuran utama dalam perbandingan fitur kali ini. Samsung akhirnya melakukan perombakan besar dengan menyematkan sensor utama berukuran mendekati 1 inci pada Galaxy S26 Ultra, meninggalkan sensor ISOCELL ukuran standar yang dipakai pada S25 Ultra. Meskipun resolusinya tetap dipertahankan pada 200MP, ukuran piksel individu yang lebih besar memungkinkan penangkapan cahaya yang jauh lebih masif.
Perbedaan kualitas terlihat sangat kontras pada kondisi minim cahaya atau Nightography. Noise yang masih terlihat pada hasil foto malam hari S25 Ultra kini hampir sepenuhnya hilang pada S26 Ultra. Rentang dinamis atau dynamic range juga meningkat drastis, di mana detail pada area bayangan dan highlight dapat terekam dengan seimbang tanpa terlihat over-processed seperti pada model sebelumnya.
Peningkatan Telefoto dan Zoom Optik
Tidak hanya kamera utama, lensa telefoto juga mendapatkan pembaruan struktur lensa. Berikut adalah perbedaan kunci kemampuan zoom antara kedua generasi:
- Lensa Periskop 5x: S26 Ultra menggunakan bukaan f/2.8 yang lebih lebar dibandingkan f/3.4 pada S25 Ultra, menghasilkan foto portrait jarak jauh yang lebih terang dan bokeh yang lebih creamy.
- Space Zoom 100x: Berkat algoritma AI terbaru, teks atau objek jauh pada zoom 100x di S26 Ultra terlihat lebih tajam dan tidak seperti lukisan cat air, masalah yang kerap dikeluhkan pengguna S25 Ultra.
- Stabilisasi Video: Super Steady pada model baru mampu meredam getaran frekuensi tinggi dengan lebih efektif dibandingkan pendahulunya.
Perbandingan Fitur Produktivitas dan S Pen
S Pen tetap menjadi identitas unik dari seri Ultra, namun apakah ada fitur baru yang membedakannya dari tahun lalu? Secara hardware, latensi S Pen pada S26 Ultra telah dikurangi menjadi 2.5 milidetik, sedikit lebih responsif dibandingkan 2.8 milidetik pada S25 Ultra. Perbedaan ini mungkin tidak terasa oleh pengguna awam, namun bagi seniman digital, goresan terasa lebih presisi dan natural.
Integrasi software menjadi pembeda utama. Fitur 'Note Assist' pada S26 Ultra kini mampu merangkum rapat suara secara real-time dengan akurasi yang lebih tinggi dibanding model sebelumnya yang seringkali salah mengenali istilah teknis. Kemampuan multitasking juga ditingkatkan, di mana S26 Ultra memungkinkan pengguna membuka empat aplikasi secara split-screen dengan lancar, fitur yang sebelumnya terbatas pada tiga aplikasi di seri S25.
Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Pengisian
Kapasitas baterai pada Galaxy S26 Ultra tercatat sebesar 5.500 mAh, meningkat 500 mAh dibandingkan standar 5.000 mAh yang digunakan Samsung selama beberapa tahun terakhir pada seri S22 hingga S25 Ultra. Peningkatan kapasitas fisik ini, dikombinasikan dengan efisiensi Snapdragon 8 Gen 5, menghasilkan daya tahan baterai yang luar biasa.
Dalam skenario penggunaan campuran, S26 Ultra mampu bertahan hingga 18 jam screen-on-time, unggul sekitar 3 jam dibandingkan S25 Ultra. Ini adalah perbedaan yang sangat signifikan bagi pengguna yang sering bepergian tanpa membawa power bank. Sayangnya, kecepatan pengisian daya kabel masih tertahan di 45W, tidak mengalami perubahan dari generasi sebelumnya, sehingga waktu pengisian dari 0 ke 100% relatif sama karena kapasitas baterai yang lebih besar.
Kesimpulan: Layakkah Melakukan Upgrade?
Setelah membedah berbagai aspek melalui kacamata perbandingan fitur, Samsung Galaxy S26 Ultra jelas menawarkan lebih dari sekadar pembaruan rutin. Peningkatan pada ukuran sensor kamera utama dan kapasitas baterai menjadi dua faktor pembeda yang paling vital dibandingkan Galaxy S25 Ultra. Performa gaming yang lebih stabil dan layar yang lebih terang juga menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Bagi pengguna yang saat ini masih menggunakan Galaxy S23 Ultra atau S24 Ultra, melompat ke S26 Ultra akan memberikan pengalaman yang terasa sangat baru dan futuristik. Namun, bagi pengguna S25 Ultra, urgensi upgrade tergantung pada kebutuhan spesifik akan fotografi malam dan daya tahan baterai ekstra. Secara keseluruhan, S26 Ultra berhasil mengukuhkan posisinya sebagai raja flagship Android di tahun 2026 dengan memperbaiki hampir semua kelemahan yang ada pada pendahulunya.