Daftar Ponsel dengan Skor AnTuTu Tertinggi Tahun 2026

Tahun 2026 menghadirkan lonjakan performa mobile yang signifikan, didorong oleh integrasi AI dan sistem pendingin canggih. Artikel ini membandingkan fitur unggulan dari jajaran ponsel dengan skor AnTuTu tertinggi, menganalisis bagaimana inovasi hardware seperti chipset generasi terbaru dan memori LPDDR6X mempengaruhi hasil benchmark secara keseluruhan.

Daftar Ponsel dengan Skor AnTuTu Tertinggi Tahun 2026

Evolusi Performa dan Standar Baru Benchmark 2026

Baca juga:
Skor AnTuTu Snapdragon 9 Gen 5 Ungguli Chipset Apple A19 Pro?
Uji Benchmark Chipset 2026: Snapdragon 8 Gen 5 vs MediaTek 9500

Lanskap teknologi seluler pada tahun 2026 telah mencapai titik balik yang menakjubkan, di mana batas antara komputasi desktop dan mobile semakin kabur. Daftar ponsel dengan skor AnTuTu tertinggi tahun 2026 tidak hanya didominasi oleh angka-angka mentah yang fantastis, tetapi juga mencerminkan integrasi fitur perangkat keras yang sangat kompleks. Skor benchmark kini menjadi representasi langsung dari efisiensi manajemen termal, kecepatan pemrosesan kecerdasan buatan (AI), dan optimalisasi arsitektur silikon terbaru.

Peningkatan skor AnTuTu pada tahun ini sebagian besar dipicu oleh adopsi massal chipset dengan fabrikasi 2 nanometer serta penggunaan memori LPDDR6X yang menawarkan bandwidth data super cepat. Konsumen kini dihadapkan pada pilihan perangkat yang tidak hanya cepat dalam membuka aplikasi, tetapi juga mampu menangani rendering grafis ray tracing secara real-time dengan stabilitas tinggi. Fokus utama dalam mengevaluasi perangkat ini bukan lagi sekadar siapa yang tercepat, melainkan bagaimana fitur-fitur pendukung bekerja sinergis untuk mencapai skor tersebut.

Persaingan ketat terjadi antara produsen yang mengutamakan sistem pendingin aktif melawan mereka yang mengandalkan efisiensi daya murni. Perbandingan fitur antar perangkat papan atas ini memberikan wawasan mendalam mengenai filosofi desain yang berbeda dalam mengejar performa puncak. Berikut adalah analisis mendalam mengenai jajaran ponsel yang menduduki puncak klasemen performa tahun ini melalui lensa perbandingan fitur.

Dominasi Ponsel Gaming: Adu Mekanisme Pendinginan

ROG Phone 10 Ultimate vs Red Magic 11 Pro Plus

Puncak daftar ponsel dengan skor AnTuTu tertinggi tahun 2026 secara konsisten ditempati oleh segmen ponsel gaming. Asus ROG Phone 10 Ultimate dan Red Magic 11 Pro Plus bersaing ketat dengan skor yang melampaui angka 3,5 juta poin. Namun, cara kedua perangkat ini mencapai stabilitas performa CPU dan GPU sangat berbeda. ROG Phone 10 Ultimate mengandalkan sistem pendingin GameCool 8 yang terintegrasi dengan portal aerodinamis bermotor, memungkinkan aliran udara langsung ke inti prosesor tanpa memerlukan kipas internal yang berputar terus-menerus di dalam bodi utama.

Sebaliknya, Red Magic 11 Pro Plus mempertahankan pendekatan kipas turbofan internal berkecepatan 25.000 RPM yang aktif membuang panas melalui ventilasi samping. Dalam pengujian benchmark jangka panjang, fitur kipas internal milik Red Magic memberikan keunggulan pada skor stabilitas GPU, mencegah throttling lebih lama dibandingkan kompetitornya. Sementara itu, fitur portal aerodinamis pada ROG memberikan keseimbangan yang lebih baik antara performa pasif dan aktif, menghasilkan skor CPU multi-core yang sedikit lebih tinggi karena manajemen daya yang lebih terukur.

Perbedaan fitur lainnya terletak pada alokasi memori untuk kinerja gaming. Kedua ponsel ini menggunakan RAM LPDDR6X hingga 24GB, namun Red Magic mengimplementasikan fitur RAM Boost berbasis AI yang secara agresif menahan aplikasi latar belakang. Hal ini berdampak langsung pada skor UX (User Experience) di AnTuTu, di mana transisi antar aplikasi berat terasa lebih instan dibandingkan manajemen memori standar yang diterapkan oleh Asus.

Flagship Premium: Integrasi NPU dan Pemrosesan AI

Samsung Galaxy S26 Ultra vs Xiaomi 16 Ultra

Bergeser ke segmen non-gaming, pertarungan fitur terjadi antara Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 16 Ultra. Kedua perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5 (edisi khusus), namun skor AnTuTu mereka dipengaruhi oleh cara masing-masing vendor memanfaatkan Neural Processing Unit (NPU). Samsung memfokuskan fitur Galaxy AI yang tertanam dalam, yang membebani NPU untuk tugas-tugas generatif secara on-device. Hal ini terlihat pada lonjakan skor sub-kategori AI di AnTuTu, yang menunjukkan kemampuan komputasi saraf yang sangat tinggi.

Di sisi lain, Xiaomi 16 Ultra mengambil pendekatan berbeda dengan mengalokasikan sumber daya chipset untuk Image Signal Processor (ISP) Leica yang kompleks. Fitur fotografi komputasional yang masif pada Xiaomi membutuhkan bandwidth memori yang besar, yang terkadang sedikit memangkas skor CPU murni saat multitasking berat. Namun, integrasi chip buatan sendiri milik Xiaomi untuk manajemen baterai membantu menjaga voltase tetap stabil, memberikan skor efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan Samsung dalam pengujian benchmark.

Perbandingan fitur layar juga memberikan kontribusi pada hasil akhir skor grafis. Samsung menggunakan panel Dynamic AMOLED 3X dengan efisiensi material organik terbaru, yang mengurangi beban GPU saat rendering resolusi tinggi. Sementara Xiaomi mengandalkan teknologi refresh rate adaptif yang sangat agresif. Perbedaan manajemen layar ini membuat skor grafis 3D pada Samsung cenderung lebih konsisten, sementara Xiaomi unggul dalam skor fluiditas antarmuka.

Efisiensi Arsitektur: MediaTek vs Qualcomm

Vivo X120 Pro vs OPPO Find X9 Pro

Dalam daftar ponsel dengan skor AnTuTu tertinggi tahun 2026, persaingan chipset menjadi faktor penentu utama. Vivo X120 Pro yang ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9500+ menunjukkan pendekatan fitur yang berbeda dibandingkan OPPO Find X9 Pro yang berbasis Snapdragon. Dimensity 9500+ pada Vivo menonjolkan fitur arsitektur all-big-core yang telah disempurnakan. Absennya efficiency core membuat skor CPU multi-thread melonjak drastis, memberikan keunggulan dalam tugas-tugas produktivitas berat.

Sebaliknya, OPPO Find X9 Pro dengan platform Snapdragon menawarkan fitur kompatibilitas driver GPU yang lebih luas. Fitur Snapdragon Elite Gaming yang disematkan memungkinkan pembaruan driver GPU secara independen, yang berkontribusi pada skor GPU yang terus meningkat seiring pembaruan perangkat lunak. Bagi pengguna yang memprioritaskan skor mentah CPU, pendekatan Vivo lebih unggul, namun fitur ekosistem grafis OPPO memberikan nilai lebih pada skor total AnTuTu.

Peran Teknologi Penyimpanan dalam Benchmark

Salah satu aspek yang sering terabaikan namun krusial dalam perbandingan fitur tahun 2026 adalah teknologi penyimpanan. Hampir semua ponsel di daftar teratas telah mengadopsi standar UFS 5.0. Teknologi ini menawarkan kecepatan baca-tulis sekuensial yang dua kali lipat lebih cepat dari generasi sebelumnya. Dampaknya pada skor AnTuTu sangat masif, terutama pada bagian MEM (Memory).

  • Write Booster: Fitur ini memungkinkan penyimpanan bertindak sebagai cache SLC semu yang sangat besar, meningkatkan skor instalasi aplikasi dan loading data game.
  • Deep Defragmentation: Teknologi pemeliharaan penyimpanan otomatis yang mencegah penurunan performa seiring waktu, menjaga skor benchmark tetap tinggi meskipun ponsel telah digunakan berbulan-bulan.
  • Hardware-level Encryption: Enkripsi data yang diproses langsung oleh chip penyimpanan tanpa membebani CPU, memastikan skor keamanan tinggi tanpa mengorbankan kecepatan sistem.

Ponsel seperti iQOO 15 Legend memanfaatkan fitur UFS 5.0 ini secara maksimal dengan mengombinasikannya dengan kontroler penyimpanan kustom. Hasilnya adalah skor MEM yang jauh melampaui rata-rata industri, membuktikan bahwa kecepatan penyimpanan adalah leher botol yang telah berhasil diatasi pada tahun 2026.

Konektivitas dan Dampaknya pada Performa

Fitur konektivitas modern seperti Wi-Fi 8 dan 5.5G (5G-Advanced) juga mulai diperhitungkan dalam evaluasi performa menyeluruh. Meskipun AnTuTu berfokus pada kinerja internal, kestabilan koneksi mempengaruhi pengujian yang membutuhkan unduhan aset data besar secara real-time. Perangkat dengan sistem antena terdistribusi 360 derajat menunjukkan latensi yang lebih rendah dan kestabilan suhu modem yang lebih baik.

Integrasi modem yang efisien di dalam System-on-Chip (SoC) mencegah panas berlebih yang dapat merambat ke inti CPU. Ponsel yang memisahkan jalur pembuangan panas untuk modem dan prosesor utama, seperti pada beberapa model flagship Sony Xperia terbaru, mampu mempertahankan skor puncak lebih lama. Ini membuktikan bahwa desain fitur komunikasi memiliki korelasi tidak langsung namun signifikan terhadap skor performa komputasi.

Kesimpulan Perbandingan

Daftar ponsel dengan skor AnTuTu tertinggi tahun 2026 menunjukkan bahwa angka tinggi bukan lagi kebetulan, melainkan hasil dari rekayasa fitur yang cermat. Perbedaan mendasar terletak pada prioritas masing-masing produsen: apakah mengejar pendinginan aktif untuk performa tanpa batas, atau mengoptimalkan efisiensi AI untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas.

Bagi konsumen, memahami perbandingan fitur ini lebih penting daripada sekadar melihat peringkat. Perangkat dengan sistem pendingin aktif cocok untuk pencari skor mentah tertinggi, sementara perangkat dengan optimasi NPU dan ISP menawarkan keseimbangan kinerja untuk penggunaan sehari-hari. Tahun 2026 telah membuktikan bahwa performa smartphone adalah tentang harmoni antara perangkat keras super cepat dan fitur manajemen cerdas.

Bacaan Terkait