One UI 8 Hadirkan Fitur Kustomisasi Tampilan Lebih Lanjut
Update One UI 8 membawa transformasi signifikan pada personalisasi antarmuka pengguna dibandingkan generasi sebelumnya. Artikel ini membandingkan peningkatan fitur kustomisasi layar kunci, panel cepat, dan sistem tema antara One UI 8 dan versi terdahulu, menyoroti fleksibilitas yang jauh lebih granular bagi pengguna ekosistem Samsung.
Penulis : Paul Avila
Evolusi Kustomisasi: Melampaui Batasan Generasi Sebelumnya
Baca juga:
Update Android: Fitur Baru AI di Smartphone Makin Canggih
Daftar iPhone yang Mendapat Update iOS 20 pada Tahun 2026
Samsung kembali menetapkan standar baru dalam ekosistem Android melalui peluncuran One UI 8. Pembaruan sistem antarmuka ini tidak sekadar membawa peningkatan performa di balik layar, melainkan menawarkan perombakan visual yang fundamental. Fokus utama dari pembaruan kali ini terletak pada fitur kustomisasi tampilan yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan apa yang ditawarkan pada One UI 6 maupun One UI 7.
Jika pada versi sebelumnya pengguna sering kali merasa terbatasi oleh kerangka desain yang kaku, One UI 8 hadir untuk meruntuhkan batasan tersebut. Perubahan ini menandai pergeseran filosofi desain Samsung dari yang sebelumnya mengutamakan keseragaman menjadi lebih berpusat pada ekspresi individual pengguna. Perbedaan ini akan sangat terasa bagi mereka yang beralih dari versi sistem operasi yang lebih tua.
Artikel ini akan membedah secara rinci bagaimana fitur kustomisasi pada One UI 8 dibandingkan secara langsung dengan pendahulunya. Analisis mendalam ini bertujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai seberapa signifikan lompatan teknologi dan estetika yang dihadirkan, serta bagaimana hal tersebut mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka sehari-hari.
Transformasi Layar Kunci: Fleksibilitas vs Keterbatasan
Perbedaan paling mencolok antara One UI 8 dan versi sebelumnya terlihat jelas pada konfigurasi Layar Kunci atau Lock Screen. Pada One UI 6, pengguna memang sudah diberikan opsi untuk mengubah gaya jam dan menambahkan widget dasar. Namun, posisi elemen-elemen tersebut relatif terkunci pada grid yang telah ditentukan oleh sistem, membatasi kreativitas pengguna dalam menata tampilan informasi utama.
One UI 8 menghadirkan pendekatan yang sama sekali berbeda dengan memperkenalkan sistem free-form grid. Berbeda dengan pendahulunya yang kaku, sistem baru ini memungkinkan pengguna menempatkan widget, jam, dan notifikasi di hampir seluruh area layar tanpa terikat pada posisi tengah atau atas saja. Hal ini memberikan kebebasan yang menyerupai kustomisasi pada home screen, sebuah fitur yang absen pada generasi sebelumnya.
Selain penempatan, variasi elemen visual juga mengalami peningkatan drastis. Jika sebelumnya pengguna hanya disuguhi segelintir pilihan font dan gaya jam digital, One UI 8 menyediakan perpustakaan tipografi yang jauh lebih luas. Pengguna kini dapat memodifikasi ketebalan font, warna dengan gradasi yang lebih kompleks, serta integrasi kedalaman visual (depth effect) yang lebih halus dibandingkan versi One UI 7.
Panel Cepat (Quick Panel): Restrukturisasi Tata Letak
Sektor lain yang mengalami perbandingan fitur sangat signifikan adalah Panel Cepat atau Quick Panel. Pada iterasi One UI versi lama, akses ke pengaturan cepat dan notifikasi sering kali terasa menyatu dalam satu alur gulir yang panjang. Meskipun fungsional, desain lama ini sering kali menyulitkan pengoperasian satu tangan, terutama pada perangkat dengan layar besar.
One UI 8 menjawab tantangan ini dengan memisahkan fungsi notifikasi dan pengaturan cepat secara lebih tegas, mirip dengan pendekatan yang diadopsi oleh beberapa kompetitor namun dengan sentuhan khas Samsung. Dibandingkan dengan One UI 6 yang masih menggunakan ikon-ikon kecil yang tersebar, One UI 8 mengelompokkan fungsi-fungsi vital seperti Wi-Fi dan Bluetooth dalam blok-blok besar yang lebih mudah dijangkau.
Kustomisasi pada area ini juga jauh lebih granular. Pada versi sebelumnya, pengguna hanya bisa mengubah urutan tombol. Kini, One UI 8 memungkinkan pengguna untuk mengatur tingkat opasitas latar belakang panel, mengubah bentuk ikon menjadi lebih membulat atau menyiku, hingga mewarnai aksen tombol aktif secara independen dari tema sistem utama. Ini adalah tingkat detail yang tidak ditemukan pada pembaruan sistem tahun lalu.
Sistem Tema Warna: Palet Dinamis yang Lebih Cerdas
Material You yang diperkenalkan Google telah diadaptasi oleh Samsung sejak beberapa versi lalu, namun implementasinya pada One UI 8 menunjukkan kematangan yang jauh melampaui versi awal. Pada One UI 6, pengambilan sampel warna dari wallpaper sering kali menghasilkan palet warna pastel yang terkadang terlihat pucat atau tidak akurat dengan keinginan pengguna.
Dalam perbandingan langsung, mesin tema pada One UI 8 memiliki algoritma deteksi warna yang lebih agresif dan variatif. Pengguna kini disuguhkan opsi 'Vivid' dan 'Contrast' yang tidak tersedia sebelumnya, memungkinkan elemen antarmuka memiliki warna yang lebih berani dan tajam. Perbaikan ini mengatasi keluhan lama mengenai tampilan antarmuka yang terlihat membosankan meskipun wallpaper telah diganti.
Lebih lanjut, penerapan tema ikon pada One UI 8 jauh lebih konsisten. Jika pada versi terdahulu tema warna sering kali gagal diterapkan pada ikon aplikasi pihak ketiga—menciptakan tampilan berantakan antara ikon bertema dan ikon asli—sistem terbaru ini memaksa penerapan skema warna secara lebih merata. Hal ini menciptakan estetika visual yang jauh lebih kohesif dibandingkan apa yang bisa dicapai oleh One UI 7.
Widget dan Interaktivitas Layar Utama
Perbandingan fitur selanjutnya terletak pada fungsionalitas widget di Layar Utama. Sebelumnya, Samsung memperkenalkan konsep stacked widgets atau widget tumpuk yang cukup revolusioner. Namun, interaksi dengan tumpukan widget tersebut masih terasa terbatas, di mana pengguna harus menggulir secara manual untuk melihat informasi yang berbeda.
One UI 8 membawa konsep ini ke level berikutnya dengan fitur 'Live Stack'. Berbeda dengan versi statis pada One UI 6, widget pada One UI 8 dapat berganti secara otomatis berdasarkan konteks waktu dan lokasi pengguna dengan presisi yang lebih tinggi. Selain itu, animasi saat transisi antar widget jauh lebih mulus dan responsif terhadap sentuhan, menghilangkan kesan patah-patah yang terkadang muncul pada perangkat kelas menengah generasi lalu.
Ukuran dan bentuk widget pada One UI 8 juga tidak lagi terpaku pada rasio standar 2x2 atau 4x1. Pengguna diberikan keleluasaan untuk menarik sisi widget secara manual untuk menyesuaikan ukurannya secara presisi, sebuah fitur yang memberikan fleksibilitas tata letak yang tidak dimiliki oleh sistem operasi versi sebelumnya.
Tipografi dan Skalabilitas Antarmuka
Sering kali luput dari perhatian, namun sangat krusial dalam penggunaan sehari-hari, adalah pengaturan tipografi. Pada sistem One UI yang lama, pengaturan ukuran font dan tampilan layar (display zoom) memiliki tingkatan yang terbatas. Sering kali pengguna merasa ukuran teks terlalu kecil pada satu tingkat, namun terlalu besar pada tingkat berikutnya.
One UI 8 memperbaiki masalah ini dengan memperkenalkan skala pengaturan font dan zoom yang lebih presisi (stepless scaling). Dibandingkan dengan sistem step-based pada versi lama, pengguna kini dapat menggeser slider untuk menemukan ukuran yang benar-benar pas dengan preferensi mata mereka. Ini merupakan peningkatan aksesibilitas yang signifikan dibandingkan versi terdahulu.
Selain itu, dukungan untuk font variabel pihak ketiga telah ditingkatkan secara masif. Jika sebelumnya pengguna harus melalui proses rumit atau menggunakan aplikasi tambahan untuk mengganti font sistem secara menyeluruh, One UI 8 membuka dukungan native yang lebih luas, memungkinkan perubahan gaya huruf diterapkan hingga ke level sistem terdalam dengan lebih stabil.
Kesimpulan Perbandingan
Secara keseluruhan, One UI 8 bukanlah sekadar pembaruan minor, melainkan sebuah lompatan besar dalam hal personalisasi perangkat. Jika dibandingkan dengan One UI 6 dan 7, versi terbaru ini memberikan kendali yang jauh lebih besar kepada pengguna untuk menentukan bagaimana perangkat mereka terlihat dan bekerja.
Pergeseran dari struktur yang kaku menuju fleksibilitas total pada Layar Kunci, Panel Cepat, dan sistem tema membuktikan komitmen Samsung untuk membedakan diri dari kompetitor. Bagi pengguna yang masih bertahan pada versi lama, fitur kustomisasi tampilan ini merupakan alasan yang sangat kuat untuk melakukan pembaruan sistem segera setelah tersedia.